Header Ads

ads header

Breaking News

Ketua AJOI Tanggamus Kecam Prilaku Tak Terpuji Kakon Gunung Meraksa Kecamatan Pulau Panggung,Tanggamus Yang Bubarkan Jamaah Pengajian


 


Rakyatpostnews.com, Tanggamus - Tindakan Kepala Pekon Gunung meraksa, Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, yang membubarkan acara pengajian Rutin warga di Masjid Pekon setempat menuai kecaman.

Para Ketua forum provesii jurnalist di Kabupaten Tanggamus menyesalkan tindakan Kepala Pekon Gunung meraksa membubarkan acara pengajian rutin yang digelar di Dusun kampung Asam Pekon Gunung Meraksa beberapa waktu yang  lalu. 

Salah satu Ketua forum propesi jurnalist yang ada  di Tanggamus AJOI ( Aliansi Jurnalistik Online Indonesia), Budi Hartono mengatakan, pengajian yang digelar warga selama tidak keluar faham ahli Sunnah Wal Jamaah itu tidak boleh dibubarkan.

Oleh sebab itu, MUI setempat harus segera melakukan tindakan dengan memberikan teguran keras kepada oknum Kepala Pekon yang membubarkan pengajian rutin warga tersebut.

“Tidak boleh pengajian dibubarkan selama masih dalam koridor keislaman dan tidak keluar dari faham ahli sunah wal Jama’ah!. MUI setempat harus segera bertindak dan memberi teguran keras kepada kepala Pekon yang arogan!,” kata Budi, saptu 17 februari 2024.

Tak hanya itu, Ia juga menegaskan kejadian pembubaran pengajian rutinan di pedukuhan kampung asam Pekon Gunung meraksa, Kecamatan pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus yang dilakukan oleh oknum Kepala Pekon Gunung meraksa dapat memicu kemarahan umat Islam di Kabupaten Tanggamus.

Oleh karena itu, dirinya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera memanggil dan meminta keterangan kepada Oknum Kepala pekon tersebut.

“Ini masalah sensitif jangan sampai memantik kemarahan umat islam kabupaten tanggamus dan pihak berwajib harus segera memanggil kepala pekon tersebut untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Budi menyampaikan bahwa sebagai Pimpinan ataupun Kepala pekon harus lebih bijak terhadap warganya dan jika memang ada kesalahpahaman dengan ketua atau pengurus ataupun warga jamaah lebih mengedepankan diskusi dan tidak perlu mengancam membubarkan pengajian.

“Menurut saya aneh sih, sepertinya ada miskom /salah paham, seharusnya sebagai pimpinan pekon bisa lebih bijak terhadap warganya, lebih baik mengedepankan ngariung duduk bareng (diskusi) tidak usah ada pembubaran pengajian,” ucapnya.

Budi juga mengungkapkan bahwa seorang kepala pekon sebagai pimpinan itu harus bisa memberikan contoh surii tauladan kepemimpinan yang bijak kepada warganya.

Seharusnya sebagai kepala pekon harus bisa lebih bijak jika dilingkungan masyarakat terjadi masalah, memberikan contoh keteladanan dan tidak boleh memutuskan suata perkara berdasarkan asumsi-asumsi yang liar belum tentu kebenarannya,” ungkapnya.

“Lakukan mediasi antara kepala pekon serta tentunya melibatkan pihak MUI, dengan menghadirkan tokoh setempat dan pihak yang terkait kantib,” sampai berita ini diturunkan pengajian tersebut diberhentikan sementara tidak ada lagi kegiatan pengajian kaum ibu ibu masyarakat dusun kampung asam yang mana biasa nya dilakukan satu minggu sekali disetiap hari Jum'at", tutup budi.(Subhan).

Tidak ada komentar